- Mencegah percikan air kencing mengenai mata kaki, pakaian atau alas kaki. Kencing berdiri akan menyebabkan air mengalir dari tempat yang tinggi,kemudian meluncur dengan deras ke bawah, sehingga percikannya tersebar kemana-mana. Apalagi jika berada di tempat yang memiliki permukaan keras atau tertiup angin kencang dari arah berlawanan dengan arah keluarnya air kencing. Berbeda dengan kencing dalamposisi jongkok, turunnya air dalam posisi tubuh lebih rendah,sehingga percikannya tidak sampai menyebar.
- Aurat bisa lebih tertutup dan sesuai dengan adab serta kesopanan
- Memaksimalkan pengerutan dan penekanan otot-otot perut terhadap usus dan kandung kemih, sehingga akan memudahkan keluarnya tinja dan angin sampai tuntas. Seseorang akan terhindar dari perut kembung. Buang air dengan jongkok bisa menjadi solusidari penyakit sembelit ( susah buang air besar ).
- Penuntasan sisa kencing (istbra') cukup dilakukan dengan gerakan sederhana dan tidak membutuhkan waktu lama. Setelah tetes kencing terakhir, penuntasan sisa kencing cukup dengan melakukan penekana ringan terhadap penis sebanyak tiga kali,kemudian disiram dengan air.
- Untuk menopang beban tubuh dipilih menggunakan kaki kiri agar kotoran ( air kencing dan feses ) lebih mudah untuk dikeluarkan. Pasalnya lambung berada di sisi kiri dan kandung kemih miring ke arah kiri.
Rabu, 25 Agustus 2010
Hikmah kencing dalam posisi jongkok
Beberapa hikmah dianjurkannya kencing dalam posisi jongkok adalah :
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar